Blogger Layouts

Kamis, 27 Oktober 2011

sejarah pesantren

 Secara terminologis dapat dijelaskan bahwa pendidikan pesantren, dilihat dari segi bentuk dan sistemnya berasal dari India. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia, sistem tersebut telah digunakan secara umum untuk pendidikan dan pengajaran agama Hindu .

Pendapat lainnya, pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru, yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Istilah santri juga dalam ada dalam bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedang C. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.

pendapat lainnya juga adalah bahwa kata pesantren berasal dari bahasa arab funduuq ( pengnapan )yang berarrti disini adalah bahwa para santri itu menginap dalam pesantren disamping belajar ilmu-ilmu agama yang trutama memperdalam ilmu alquran dan hadist. Pondok, Masjid , Santri, Kiyai dan pengajarankitab-kitab klasik adalah merupakan lima elemen pentingdalam dunia pesantren
Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam.Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berurat akar di negeri ini, pondok pesantren diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa.

mengapa pesantren sanpai saat ini, ketika lembaga pendidikan tradisional pesantren di dunia pesantren tidak dapat  bertahan menghadapi perubahan-perubahan modernitas sistem pendidikan di zaman sekarang?
secara implisit pertanyaan tadi menisyaratkan bahwa ada tradisi lama yang hidup di tengah-tengah masyarakat dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan.

disamping itu, pendidikan pesantren bertahan tidak hanya karena identiknya dengan makna keislamannya akan tetapi karakter eksistensinya mengandung arti keaslian indonesia. (indegenous). sebagai indegenous pesantren berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya. ada suatu kesimpulan bahwa jika kita tidak mengalami penjajahan tidak menutup kemungkinan kalau pendidikan di indonesia akan tumbuh melalui jalan-jalan yang di tempuh dari sistem pendidikan pesantren, yang menjadikan perguruan-perguruan tinggi sekarang tidak lagi berupa ITB, UI, UGM , ataupun yang lainnya tetapi mungkin namanya menjadi Universitas Tremas, Universitas Nahwu Shorof, Universitas Gontor, Krapyak, tegalrego, Bangkalan dan seterusnya. kemungkinan ini kita tarik setelah melihat dan mmbandingkandengan sistem pendidikan Barat. yang mana Universitas-universitas besar di barat semua berawal dari cikal bakalnya perguruan yang semula berorientasi pada keagamaan. dan mungkin juga jika kita tidak pernah dijajah, kebanyakan pesantren tidak akan berada di plosok-plosokdaerah seperti sekarang ini. 

Dari keterangan sederhana ini saja kita dapat menarik garis linear tentang apa peranan pesantren dan dimana letak pendidikan pesantren dalam masyarakat Indonesia merdeka. Untuk bangsa yang lebih berkepribadian. Gambaran konkretnya dapat dianalogikan sebua pesantren Indonesia (ambil sebagai misal Tebuireng) sebagai sebuah kelanjutan pesantren di Amerika Serikat (ambil sebagai missal "pesantren" yang didirikan oleh pendeta Harvard di dekat Boston): Tebuireng menghasilkan apa yang dapat dilihat oleh bangsa Indonesia sekarang ini. Dan pesantrennya Pendeta Harvard telah tumbuh menjadi universitas yang paling prestigious di Amerika modern. (Nurcholish Majid, 1997).

 dan tdakmentup krmungkinan juga dengan pesantren-pesantren di indonesia merdeka pada saat ini yang kemudian kelak bisa dapat menjadi sebuah Universitas-unversitas yang prestigious tentunya. 
 Kini di tengah-tengah sistem Pendidikan Nasional yang selalu berubah-rubah dalam jeda waktu yang tidak lama, apresiasi masyarakat Islam Indonesia terhadap pesantren makin hari makin besar, pesantren yang asalnya sebagai Rural Based Institusion kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan urban. Lihatlah kemunculan sejumlah pesantren kota seperti di Jakarta, Bandung, Medan,Pekanbaru, Jogjakarta, Malang, Semarang, Ujung Pandang, atau sub-urban Jakarta seperti Parung, Cilangkap. Atau misalnya pesantren yang muncul pada tahun 1980-an seperti Pesantren Darun Najah, Cianjur, dan Ashidiqiyah di Jakarta; Pesantren Nurul hakim, al-Kautsar, Darul Arafah di Medan,mustafawiyyah Purba Baru di Mandiiling-Natal dan ada disekitarnya sekarang,Darul Hadits Hutabaringin,Darul Ikhlas di Dalan-lidang,dan Pesantren Muara Mais, Darul Hikmah di Pekan Baru dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar